KELOPAK BUNGA ROSELLA SEBAGAI OBAT
ANTI HIPERTENSI
Di
Indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi
hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi hipertensi pada orang
dewasa sebesar 6−15%, 50% dari angka tersebut diantaranya tidak menyadari
sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi
berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90%
merupakan hipertensi esensial. 3 Prevalensi hipertensi pada individu berumur di
atas 25 tahun sebesar 8,3%, pada laki-laki sebesar 7,4% dan pada wanita sebesar
9,1%. (Ammalia, et. al 2016)
Apa itu hipertensi ??
Hipertensi
adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah
kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah
(arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu,
dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang
berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Hipertensi
adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90
milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika
jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu
pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi
ulang bilik-biliknya dengan darah.

Secara umum, tekanan darah tinggi ringan tidak terasa dan tidak mempunyai
tanda-tanda. Boleh jadi berlangsung selama beberapa tahun tanpa disadari oleh
orang tersebut. Sering hal itu ketahuan tiba-tiba, misalnya pada waktu
mengadakan pemeriksaan kesehatan, atau pada saat mengadakan pemeriksaan untuk
asuransi jiwa. Kadang-kadang tanda-tanda tekanan darah tinggi yang digambarkan
itu adalah sakit kepala, pusing, gugup, dan palpitasi (Ardiansyah, 2012)
Hipertensi tidak memberikan tanda-tanda pada tingkat awal. Kebanyakan orang
mengira bahwa sakit kepala terutama pada pagi hari, pusing, berdebar-debar, dan
berdengung ditelinga merupakan tanda-tanda hipertensi. Tanda-tanda tersebut
sesungguhnyadapat terjadi pada tekanan darah normal, bahkan seringkali tekanan
darah yang relatif tinggi tidak memiliki tanda-tanda tersebut. Cara yang tepat
untuk meyakinkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi adalah dengan mengukur
tekanannya. Hipertensi sudah mencapai taraf lanjut, yang berarti telah
berlangsung beberapa tahun, akan menyebabkan sakit kepala, pusing, napas
pendek, pandangan mata kabur, dan mengganggu tidur (Riyadi, 2011).
Apa penyebab penyakit
hipertensi
Garam merupakan salah
satu bahan tambahan pangan yang jadi penyebab hipertensi. Lalu apa hubungan
antara garam dan tekanan darah? Ternyata asupan garam yang tinggi dapat
mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh kita. Nah, kadar natrium
dalam tubuh bisa meningkat dan menyebabkan retensi natrium. Retensi natrium
dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding
pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.
b.
Obesitas
Obesitas dan kelebihan
berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Bahkan kedua hal ini
dinilai sebagai penyebab tekanan darah tinggi yang paling sering terjadi. n
berat massa tubuhmu, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar
oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh.
c.
Stress
Kata orang, stres
berkepanjangan dapat menjadi penyebab hipertensi. Ternyata anggapan ini bukan
mitos belaka. Pasalnya, stres membuat otak melepaskan hormon-hormon stres dalam
tubuh, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang semuanya dapat
menyebabkan peningkatan denyut jantung serta menyempitkan diameter pembuluh
darah.
d.
Usia
Semakin
bertambah usia, pembuluh darah kita semakin kaku, tidak elastis lagi. Akibatnya,
tekanan darah pun semakin meningkat. Meski tekanan darah tinggi paling umum
pada orang dewasa, namun anak-anak juga berisiko. Penyebab hipertensi pada anak
kebanyakan karena masalah dengan ginjal atau jantung, kebiasaan gaya hidup tak
sehat juga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada anak.
e.
Faktor genetik
Riwayat hipertensi
turunan dalam keluarga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada anak muda
generasi berikutnya. Pada anak-anak muda yang memiliki hipertensi tapi tidak
ada masalah medis yang jadi pemicunya dan gaya hidupnya juga tidak berisiko,
genetik adalah satu-satunya penyebab yang paling mungkin.

KELOPAK BUNGA ROSSELLA
(Hibiscus sabdariffa L.)
Rosella
merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat untuk pencegahan penyakit
seperti hipertensi. Rosella mengandung senyawa kimia diantaranya senyawa
gossypetin, antosianin, dan glukosida hibiscin. Senyawa tersebut merupakan zat
aktif yang paling berperan dalam bunga rosella. Senyawa antioksidan alami
tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa
golongan flavonoid. (Ammalia, et.
al 2016)
Menurut Widhi
(2012) Rosella berperaan sebagai :
1.
Sebagai penurunan tekanan darah
2.
Sebagai diuretik
3.
Memperlancar peredaran darah dan
meningkatkan kinerja usus
DAFTAR PUSTAKA
Ammalia,I.,
Prasetyorini dan Erni Rustiani. 2016 ,
FORMULASI SEDIAAN SIRUP KOMBINASI KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus
sabdariffa L.) DAN HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.) DENGAN
PERBEDAAN JENIS PEMANIS. Jurnal Teknik Kimia USU, Vol 3 (2).
Ardiansyah,
Muhammad. 2012. Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta : DIVA Press.
Riyadi,
Sujono. 2011. Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Widhi, S dan
Kristiyan, W. 2012. PRNGARUH PEMANFAATAN TEH BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI. Jurnal AKP. Vol 1 (1).